Jumat, 29 Januari 2010

SABAR

UNDER RECONSTRUCTION....

Minggu, 20 Desember 2009

MUBES HPMN PONTIANAK 2009

Tidak terasa satu tahun sudah masa kepengurusan HPMN Pontianak dibawah pimpinan sdr. Suharto dan sdr. Hendri. Dalam masa 1 tahun ini banyak hal yang telah diperbuat untuk mengembangkan organisasi mahasiswa Natuna di kota pontianak ini walaupun masih jauh dari harapan teman-teman. Mulai dari perbaikan sistem administrasi dan pendataan mahasiswa, pendobrak gap antar mahasiswa melalui kegiatan olah raga dan seni, kunjungan kerja ke IPMKN-Bandung, membuka peluang bagi mahasiswa Kepri di Pontianak untuk mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah provinsi Kepulauan Riau, dan telah berupaya menjalin hubungan yang sinergis dengan pemerintah daerah kabupaten Natuna.

Tanggal 27 Desember 2009 Insya Allah akan diadakan MUBES HPMN-P untuk memperbaharui kepengurusan HPMN-Pontianak agar menjadi lebih baik. Menjelang MUBES ini ada beberapa kriteria calon ketua HPMN yang bisa dipilih. diantaranya:
1. calon Ketua HPMN Pontianak harus punya komitmen yang tinggi untuk memajukan organisasi mahasiswa ini agar menjadi organisasi yang mapan.
2. calon ketua HPMN Pontianak harus mau bertanggung jawab terhadap segala permasalahan yang terjadi di tubuh organisasi ini.
3. calon ketua HPMN Pontianak harus cerdas, peka terhadap perkembangan jaman dan siap untuk mengeluarkan ide-ide kreatif agar terbentuk sebuah organisasi yang tangguh.
4. calon ketua HPMN Pontianak harus dekat dengan pelajar dan mahasiswa terutama yang ada di Pontianak agar tidak dianggap organisasi sebagai sarana mencari popularitas belaka.
5. yang paling penting dari semua itu adalah calon ketua HPMN Pontianak harus beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena tidak ada sesuatu yang bisa terjadi melainkan atas kehendaknya. Hendaklah calon ketua HPMN Pontianak adalah sosok yang terjamin keimanannya agar bisa dijadikan contoh dan teladan bagi para rakyatnya.

Terakhir, ketika kita berada dalam keadaan sulit kita kadang menginginkan perubahan, namun ketika perubahan itu terjadi kita malah tidak siap dan tidak mampu berbuat apa-apa. Semoga apa yang kita dambakan bisa terwujud... pemuda hari ini adalah pemimpin di hari esok, kuat pemuda maka kuatlah bangsa. Jika disuruh memilih 100 orang tua atau 1 orang pemuda untuk berperang maka Aku akan memilih pemuda.

Minggu, 14 Juni 2009

Daeng “Titip” Natuna kepada Raja Amirullah

Ibarat pepatah Melayu, belum tersirat sudah lebih dahulu tersurat. Hal ini tepat dilekatkan pada diri Bupati Natuna Daeng Rusnadi. Firasat yang kuat rupanya sudah dirasakan atas hasil pemeriksaan enam orang penyidik KPK di Natuna kali ini. Padahal, KPK belum mengumumnkan ke publik siapa tersangka baru yang akan menemani Hamid Rizal di sel tahanan. Namun Daeng sudah terlebih dahulu memberikan aba-aba kepada wakilnya, Raja Amirullah untuk memimpin Natuna dua tahun ke depan.

Pada kegiatan coffee morning, yang digelar Pemkab Natuna setiap tanggal 4, kali ini lain dari biasanya. Acara santai yang biasanya penuh canda tawa dan keakraban itu berubah menjadi mencekam dan hening saat Daeng Rusnadi berbicara di depan. Ratusan mata yang hadir terperangah dengan pidato Daeng yang lain dari biasanya. "Saya berharap kepada Raja Amirullah dapat melanjutkan kepemerintahan dua tahun ke depannya dengan sebaik baikny ujar Daeng,dengan mikrofon di tangannya. Yang hadir saat itu langsung tersentak. Meski Daeng tidak berujar jelas, namun kesan bahwa Daeng akan pergi dengan mudah terbaca. Apalagi, yang hadir saat itu tak menduga bila Daeng akan berucap seperti itu. Mendengar pesan itu, Raja Amirullah cuma tersenyum. Dan sedikit getir. Tanpa tedeng aling, Daeng Rusnadi secara kasat mata telah memberikan sinyal bahwa dirinya bakal menjadi salah satu tersangka dalam kasus DBH Migas Natuna tahun 2004 yang menyeret mantan Bupati Natuna Hamid Rizal, sebagai tersangka pertama. Tidak itu saja yang yang membuat hadirin terkejut. Setelah menitipkan Natuna kepada raja Amirullah, Daeng sempat memanggil dua orang bawahannya, Jarmin Sidik yang menjabat Lurah Ranai Kota dan Subandi Kasatpol PP. Karena kedua orang bersangkutan tidak ada di tempat, Daeng mengatakan agar kedua pejabat tersebut sabar menghadapi cobaan yang akan datang. "Jarmin dan Subandi, harap beri kesabaran dan pengertian kepada keluarga di rumah agar tabah menghadapi cobaan yang akan datang, ucap Daeng lagi. Dari statemen Daeng Rusnadi dalam acara coffee morning ini, publik sedikit banyak sudah mulai mengetahui bahwa Bupati Natuna dan dua bawahannya, Jarmin Sidik dan subandi akan mengikuti langkah Hamid Rizal ke sel tahanan KPK. Bahkan, saat penyampaian pidatonya, Daeng Rusnadi sempat menegur salah seorang awak media yang ingin mengabadikan momen tersebut dengan kamera video. Kendati demikian, asumsi seperti ini belum bisa ditafsirkan sebagai finishing status seseorang. Pasalnya, sampai berita ini ditulis, KPK belum memberikan keterangan resmi atas hasil pemeriksaan terhadap puluhan saksi yang diperiksa, baik dari kalangan legislatif maupun eksekutif.