Minggu, 14 Juni 2009

Daeng “Titip” Natuna kepada Raja Amirullah

Ibarat pepatah Melayu, belum tersirat sudah lebih dahulu tersurat. Hal ini tepat dilekatkan pada diri Bupati Natuna Daeng Rusnadi. Firasat yang kuat rupanya sudah dirasakan atas hasil pemeriksaan enam orang penyidik KPK di Natuna kali ini. Padahal, KPK belum mengumumnkan ke publik siapa tersangka baru yang akan menemani Hamid Rizal di sel tahanan. Namun Daeng sudah terlebih dahulu memberikan aba-aba kepada wakilnya, Raja Amirullah untuk memimpin Natuna dua tahun ke depan.

Pada kegiatan coffee morning, yang digelar Pemkab Natuna setiap tanggal 4, kali ini lain dari biasanya. Acara santai yang biasanya penuh canda tawa dan keakraban itu berubah menjadi mencekam dan hening saat Daeng Rusnadi berbicara di depan. Ratusan mata yang hadir terperangah dengan pidato Daeng yang lain dari biasanya. "Saya berharap kepada Raja Amirullah dapat melanjutkan kepemerintahan dua tahun ke depannya dengan sebaik baikny ujar Daeng,dengan mikrofon di tangannya. Yang hadir saat itu langsung tersentak. Meski Daeng tidak berujar jelas, namun kesan bahwa Daeng akan pergi dengan mudah terbaca. Apalagi, yang hadir saat itu tak menduga bila Daeng akan berucap seperti itu. Mendengar pesan itu, Raja Amirullah cuma tersenyum. Dan sedikit getir. Tanpa tedeng aling, Daeng Rusnadi secara kasat mata telah memberikan sinyal bahwa dirinya bakal menjadi salah satu tersangka dalam kasus DBH Migas Natuna tahun 2004 yang menyeret mantan Bupati Natuna Hamid Rizal, sebagai tersangka pertama. Tidak itu saja yang yang membuat hadirin terkejut. Setelah menitipkan Natuna kepada raja Amirullah, Daeng sempat memanggil dua orang bawahannya, Jarmin Sidik yang menjabat Lurah Ranai Kota dan Subandi Kasatpol PP. Karena kedua orang bersangkutan tidak ada di tempat, Daeng mengatakan agar kedua pejabat tersebut sabar menghadapi cobaan yang akan datang. "Jarmin dan Subandi, harap beri kesabaran dan pengertian kepada keluarga di rumah agar tabah menghadapi cobaan yang akan datang, ucap Daeng lagi. Dari statemen Daeng Rusnadi dalam acara coffee morning ini, publik sedikit banyak sudah mulai mengetahui bahwa Bupati Natuna dan dua bawahannya, Jarmin Sidik dan subandi akan mengikuti langkah Hamid Rizal ke sel tahanan KPK. Bahkan, saat penyampaian pidatonya, Daeng Rusnadi sempat menegur salah seorang awak media yang ingin mengabadikan momen tersebut dengan kamera video. Kendati demikian, asumsi seperti ini belum bisa ditafsirkan sebagai finishing status seseorang. Pasalnya, sampai berita ini ditulis, KPK belum memberikan keterangan resmi atas hasil pemeriksaan terhadap puluhan saksi yang diperiksa, baik dari kalangan legislatif maupun eksekutif.

Tidak ada komentar: