Senin, 19 Januari 2009

JAKARTA - Pengelolaan minyak di Natuna, dinilai bisa menjadi pendapatan negara yang terbesar di sektor minyak dan gas. Pasalnya, berdasarkan analisisa, wilayah Natuna memiliki cadangan gas jenisnya sangat unik, di mana di dalamnya terkandung C2 sebesar 70 persen dan Hidrocarbon yang relatif sangat kecil. Hal tersebut disampaikan pengamat perminyakan M Kurtubi, kepada wartawan di Jakarta, dalam Konferensi Press, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (18/12/2008). "Wilayah Natuna, mempunyai peluang investasi yang sangat besar dan pasar yang terbuka," ujarnya. Sebab, di Asia impor gas dua kali lebih besar pada tahun 2007 dan diramalkan, pada 2030 produksi Asia untuk impor LNG sebesar Rp38 miliar, namun tahun ini hanya Rp13 miliar. Tidak hanya itu, konsumsi gas di Asia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan setidaknya, dalam tiap tahunnya meningkat tiga persen. Menurutnya, Natuna mempunyai kandungan gas yang sangat bagus. Maka perusahaan yang tepat untuk mengelola atau mengekplorasi kandungan gas di dalamnya, adalah perusahaan yang mempunyai teknologi yang canggih dan bisa menransfer teknologinya, guna menunjang industri dalam negeri serta teknologi yang ramah lingkungan. Sebagai gambaran, di wilayah� Wyoming mempunyai lahan gas yang sama dengan Natuna. Di sana, sudah memakai teknologi yang canggih berupa enhanced oil recovery (EOR), di mana hasil pengolahan gas yang sudah tua bisa diolah lagi menjadi energi baru. Dia pun menyinggung, perusahaan yang tepat mengelola Natuna adalah ExxonMobile, karena mempunyai teknologi yang canggih. Namun, Pertamina pun tidak kalah bersaing, dengan catatan bisa bekerja sama dengan Exxon. Dia pun kembali menegaskan, Natuna atau pengelolaan gas di Natuna, bisa menjadi pendapatan negara yang sangat signifikan, di bandingkan dengan produksi Minas di Sumatra yang produksinya rendah TANJUNGPINANG (Riau Online): Bagi hasil Migas (Minyak dan Gas) asal Kabupaten Natuna Provinsi Kepri tanggal 27 Januari 2004 mendatang akan dibahas di Jakarta. Pembahasan itu akan dilaksanakan dalam acara Musayawarah Istimewa Migas Natuna di Hotel Indonesia (HI) Jakarta. Demikian dikatakan Ketua Panitia Musyawarah Istimewa Migas Natuna, Kartubi SE, menjawab wartawan di Tanjungpinang, kemarin. Menurut Kartubi, inti musyawarah itu agar Kabupaten Natuna dan Provinsi Kepri mendapatkan bagi hasil yang lebih dari tambang Migas di Natuna itu. Kartubi yakin Migas Natuna, dapat dijadikan penopang APBD (Anggaran Pendapatan dan Beanja Daerah) Provinsi Kepri. Untuk itu dari sekarang harus diadakan kajian yang akurat tentang kepastian produksi Migas yang ada itu. Musyawarah yang bakal dihadiri sebanyak 150 orang peserta itu akan berlangsung di Hotel Indonesia (HI) Jakarta. Diundang sebagai nara sumber dari pakar dan pejabat yang kompeten dibidangnya. Adapun beberapa nara sumber itu adalah Dirjend Anggaran Daerah, Dirjen Migas, Tim Ahli Migas ITB, dan Komisi XIII DPR-RI.

Tidak ada komentar: