Senin, 19 Januari 2009

Komisi I Segera Panggil Kepala SMK Kelautan
Sabtu, 10 Januari 2009
Terkait Isu Surat Kaleng

Ranai - Ketua Komisi I DPRD Natuna segera memanggil kepala Kepala SMK Kelautan terkait dengan adanya surat kaleng yang mengungkap beberapa kebobrokan disekolah itu.
“Kita bakal segera panggil pihak kepala sekolah untuk memberikan klarifikasi terhadap isi surat kaleng itu untuk mendapatkan penjelasan. Jika memang surat itu benar berarti ini merupakan sebuah kemunduran untuk pendidikan Natuna,” ujar Abdul Haris SH Ketua Komisi I DPRD Natuna, kepad a Sijori Mandiri, Jumat (9/1).
Haris mengakui memang tidak tahu persis apa yang menjadi motiv si pelaku memberikan surat kaleng tersebut tapi apa yang disampaikan itu memang pernah menjadi pembicaraan dimasyarakat seperti perkelahian, kehamilan siswi sebelum menikah dan beberapa hal yang lain sehingga memang dirasa perlu untuk diklarifikasi.

"Beberapa hal tersebut perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait seperti Diknas terutama kepala sekolah nya yang sudah pasti mengetahui hal tersebut secara pasti agar tujuan memajukan pendidikan di Natuna ini bisa tercapai seperti yang kita inginkan bersama, " ujar Haris.

Sementara dalam surat tersebut itu sendiri pelaku yang tidak diketahui memuat 10 fakta yang dinyatakannya lewat lembaran itu bahwa pertama SMK Kelautan kurang menghargai Dinas Pendidikan karena merasa dilindungi Bupati dan mengatasnamakan seorang orang nomor satu dinatuna itu.
Kedua SMK Kelautan mengedepankan ego dan pakaiaan tapi otaknya nol besar, ketiga fasilitas SMK Kelautan banyak yang disalah gunakan terutama asrama yang dijadikan tempat asusila oleh siswa dan siswi begitu juga lokal dan tempat praktek, data ini diambil pada saat siswa dan siswi ketahuan melakukan asusila dalam kamar asrama dan masalah ini sudah diketahui oleh banyak pihak terutama Dinas Pendidikan.


Kemudian point yang kelima dari isi surat kaleng tersebut menyatakan bahwa siswi SMK Kelautan telah hamil tiga bulan dan pelakunya siswa kelas tiga berinisial P dan siswi kelas dua yang berinisial H, peristiwa tersebut terjadi dilingkungan SMK kelautan dan diluar baru diketahui (baru ketahuan minggu ini), yang keenam siswa dan siswi kecewa kepada kepala sekolah dan salah satu guru terhadap peraturan yang tidak pasti karena banyaknya pilih kasih oleh guru dan penerimaan uang BAGAS hanya siswa terima semir, rinso, sabun serta makanan mie dan telor tiap hari, sampai ada kejadian mobil mewah yang telah dibeli lunas dari kepala sekolah telah digores oleh siswa karena mereka sudah kecewa.


Selanjutnya pada poin ketujuh dalam surat kaleng tersebut tertera bahwa siswa SMK Kelautan telah membuat kerusuhan dengan warga sual dan meresahkan warga setempat dan juga ditemukan siswa minum minuman keras di asrama, yang kedelapan bahwa mereka kecewa pada Bupati yang telah memberikan kesempatan besar bagi guru SMK Kelautan untuk memberikan celah menjadi CPNS, padahal masih banyak tenaga guru dan teknis yang lebih layak untuk diangkat (tidak adil dan memalukan dalam dunia pendidikan) kalau perlu tes Cpnsd lebih baik tidak ada kalau hanya dijadikan formalitas karena kami sudah mengetahui banyaknya titipan.


Isi poin yang kesembilan menyinggung Perbub nomor 7 tahun 2008 yang mana bunyinya bahwa wajib belajar malam 19.00 sampai 21.00 itu sangat bodoh jika itu diberlakukan dilingkungan Natuna, kerena jam tersebut semua aktivitas diserahkan tanggung jawab kepada orang tua dan jam 21.00 keatas baru wajibkan dan peran serta dari aparat sangat dibutuhkan untuk menanggulangi kenakalan pergaulan bebas di Natuna.


Sementara itu isi poin terakhir yang tertera dari surat kaleng itu yakni kesepuluh berbunyi bahwa informasi ini adalah kenyataan, informasi ini kami dapat dari berbagai sumber terutama Dinas Pendidikan, lingkungan SMK Kelautan dan siswa maupun siswi serta masyarakat dan banyak lagi.
Kemudian akhir surat tersebut pelaku mengatakan bahwa sebetulnya banyak lagi yang ingin kami sampaikan, kami dari pegawai dan seluruh guru akan lihat kebijaksanaan seorang Bupati dalam memperhatikan kesejahteraan secara adil dan merata terutama dalam dunia pendidikan, kami akan membuat kejutan jika tak ada tindakan dan kami anggap Bupati gagal.


Haris yang dikonfirmasi mengenai hal ini akan segera melakukan klarifikasi guna menindak lanjuti sehigga tidak menjadi masalah dan masyarakat Natuna pun dapat mengetahui persoalan yang sebenar nya terjadi.


“Kita akan segera memanggil kepala SMK Kelautan sesegera mungkin untuk mendapat penjelasannya dan bisa menyelesaikan masalah ini agar tidak menjadi permasalahan yang berlarut-larut lagi " katanya mengakhiri.

Tidak ada komentar: